Thursday, June 22, 2017

Makalah Aritmetika Mesir Kuno

Makalah Aritmetika Mesir Kuno

MAKALAH
ARITMETIKA MESIR KUNO








OLEH
1.      RACHMA WANTHY                (11116A0019)
2.      NURUL HIDAYAH                   (11116A0017)
3.      I GUSTI AYU ARINI                (11116A0010)




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
2012

KATA PENGANTAR


GRADIENT, DIVERGENSI DAN CURL

GRADIENT, DIVERGENSI DAN CURL

GRADIENT, DIVERGENSI, DAN CURL

A.    Pendahuluan Konsep Lintasan
Pada bagian ini akan dipelajari konsep gradient, divergensi dan kurl. Sebelum mengkaji lebih dalam ketiga konsep ini, akan dijelaskan terlebih dahulu konsep lintasan atau countur. Secara notasi suatu lintasan dapat dituliskan sebagai C. sementara itu secara definitif lintasan merupakan rangkaian beberapa kurva terbuka dan mulus yang bersifat bahwa setiap kurva dalam lintasan ini sering terhubung. Kontes terhubung yang dimaksud disini adalah bahwa titik akhir kurva pertama pada lintasan ini berimpit dengan titik awal kurva kedua, titik akhir kurva kedua berimpit dengan titik awal kurva ketiga dan seterusnya. Dalam hal ini kurva-kurva dinotasikan sebagai C1, C2, C3, … Cn untuk n = 1, 2, 3,…, j sehingga konsep lintasan yang dinyatakan diatas dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:
      C= C1+C2+C3+…+ Cn yang bersifat CJ-1=CJ
maka secara intuisi, titik awal dari lintasan C adalah titik awal dari kurva C1. Titik akhir dari lintasan C adalah titik akhir kurva Cj. sebagai catatan penting disini adalah bahwa lintasan ini memiliki orientasi atau arah. Sehingga lintasan merupakan vektor. Karena lintasan memiliki arah, maka dijamin setiap kurva di dalam lintasan ini juga memiliki arah yang sama dengan arah lintasan.perhatikan gambar berikut:




uji normalitas statistik


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Bangsa Indonesia sekarang ini sedang dihadapkan pada krisis multi dimensi yang berkepanjangan, seperti krisis ekonomi, krisis moneter, dan krisis keamanan. Namun krisis yang paling menghawatirkan kita saat ini dari krisis-krisis yang ada adalah krisis moral dan kepribadian. Untuk menghadapi krisis tersebut tidak cukup dengan hanya mengandalkan lembaga pendidikan formal saja akan tetapi semua pihak memiliki tanggung jawab untuk membentuk kepribadian yang luhur.

Friday, June 9, 2017

UJI HIPOTESIS

UJI HIPOTESIS (UJI- T)
Uji-t pada tes akhir bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari perhitungan uji homogenitas dan uji normalitas diketahui bahwa kedua kelas adalah homogen dan data terdistribusi normal. Selain itu, jumlah sampel kedua kelas adalah sama (n1=n2). Oleh karena itu, rumus Uji-t yang digunakan adalah separated varian: