Tuesday, November 17, 2015

Jenis - Jenis Pidato



 Jenis jenis pidato

Menurut ada tidaknya persiapan, sesuai dengan cara dilakukan waktu persiapan,dapat dikemukakan empat macam pidato: impromtu, manuskrip, memoriter dan ekstempore.
a.       Impromtu
Bila anda menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato, pidato yang anda lakukan disebut impromtu. Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromtu memiliki beberapa keuntungan: (1) impromtu lebih dapat mengungkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena pembicara tidak memikirkan lebih dulu pendapat yang disampaikannya, (2) gagasan dan pendapatnya dating secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup, (3) impromtu memungkinkan anda terus berfikir.
Kerugian-kerugian dapat melenyapkan keuntungan-keuntungan di atas, lebih-lebih bagi pembicara yang masih “hijau”: (1) impromtu dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah, karena dasar pengetahuan yang tidak memadai, (2) impromtu mengakibatkan penyampaiannya yang tersendat-sendat dan tidak lancer,(3) gagasan yang disampaikan bias “acak-acakan” dan ngawaur, (4) karena tidak adanya persiapan,kemungkinan “demam panggung” besar sekali.
Impromtu sebaiknya dihindari, tetapi bila terpaksa hal-hal berikut bisa dijadikan pegangan:
1.      Pikirkan lebih dahulu teknik permulaan pidato yang baik. Misalnya:cerita, hubungan dengan pidato yang sebelumnya, bandingan, ilustrasi dan sebagainya.
2.      Tentukan system organisasi pesan. Misalnya: susunan kronologis, teknik pemecahan soal, kerangka social ekonomi politik, hubungan teori dan praktik.
3.      Pikirkan teknik penutup pidato yang mengesankan. Kesukaran menutup pidato biasanya merepotkan pembicara impromtu.
b.      Manuskrip
Manuskrip disebut juga pidato dengan naskah. Juru pidato membacakan nashkah pidato dari awal sampai akhir. Disini tidak berlaku istilah “menyampaikan pidato”, tetapi “membacakan pidato”. Manuskrip diperlukan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan kata saja dapat menimbulkan kekacauan dan berakibat jelek bagi pembicara. Manuskrip juga dilakukan oleh ilmuan yang melaporkan hasil penelitiannya dalam pertemuan ilmiah.pidato radio dapat menggunakan manuskrip tanpa kelihatan oleh penengarnya.
Pidato manuskrip tentu saja bukan jenis pidato yang baik walaupun memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut: (1) kata dapat dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat menyampaikan arti yang tepat dan pernyataan yang gamblang, (2) pernyataan dapat dihemat karena manuskrip dapat disusun kembali, (3) kefasihan berbicara dapat dicapai karena kata-kata sudah dipersiapkan, (4) hal-hal yang ngawur atau menyimpang dapat dihindari, (5) maniskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak.
Ditinjau dari proses komunikasi kerugiannya cukup berat: (1) keomunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara secara langsung kepada mereka, (2) pembicara tidak dapat melihat pendengan dengan baik, sehingga akan kehilangan gerak dan bersifat kaku, (3) umpan balik dari pendengan tidak dapat mengubah, memperpendek atau memperpanjang pesan, (4) pembuatannya lebih lama dan sekadar menyiapkan garis-garis besarnya (outline) saja.
Untuk mengurangi kekurangan-kekurangan diatas, beberapa petunjuk dapat diterapkan dalam penyusunan dan penyampaian manuskrip:
1.      Susunlah lebih dahulu garis-garis besarnya dan siapkan bahan-bahanya.
2.      Tulislah manuskrip seakan-akan anda bicara.gunakan gaya percakapan yang lebih informal dan langsung.
3.      Baca naskah itu berkali-kali sambil membayangkan pendengarnya.
4.      Hafalkan sekadarnya sehingga anda dapat lebih sering melihat pendengar.
5.      Siapkan manuskrip dengan ketikan besar, tiga spasi dan batas pinggir yang luas.
c.       Memoriter
Pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata. Seperti manuskrip, memoriter memungkinkan ungkapan yang tepat, organisasi yang berencana,pemilihan kata yang teliti, gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian. Tetapi karena pesan sudah tetap, maka tidak terjalin saling hubungan antara pesan dengan pendengar, kurang langsung, memerlukan banyak waktu dalam persiapan, kurang spontan, perhatian beralih dari kata-kata kepada usaha mengingat-ingat. Bahaya terbesar timbul bila satu kata atau lebih hilang dari ingatan.seperti penulisan manuskrip, maka naskah memoriterpun harus ditulis dengan gaya ucapan.
d.      Ekstempore
Ekstempore adalah jenis pidato yang paling baik dan paling sering dilakukan oleh juru pidato yang mahir. Pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa out-line (garis besar) dan pokok-pokok penunjang pembahasan (sporting points). Tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata. Out-line itu hanya merupakan pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran kita. Keuntungan ekstempore ialah komunikasi pendengar dengan pembicara lebih baikn karena pembicara pembicara langsung kepada khalayak pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan dan penyajian lebih spontan. Bagi pembicara yang belum ahli, kerugian-kerugian berikut ini dapat timbul: persiapan kurang baik bila dibuat terburu-buru, pemilihan bahasa yang jelek,kefasihan yang terhambat karena kesukaran memilih kata dengan segera,kemungkinan menyimpang dari out-line, dan tentu saja tidak dapat dijadikan bahan penerbitan. Beberapa kekurangan ekstempore yang disebut belakangan sebenarnya dengan mudah dapat diatasi melalui latihan-latihan yang intensif.
Previous Post
Next Post

0 komentar: